SURAKARTA (BINTANGPAGI) – Lancaran Dolan Menyang Solo, menjadi gending wajib dalam lomba seni karawitan pada event Festival Budaya 2025 yang digelar di Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Gending laras Slendro pathet Songo tersebut, dicipta oleh Maestro dalang kondang (Almarhum) Ki Narto Sabdo. Gending ini, biasa diiringi instrumen gamelan Jawa. Tapi beberapa group musik Campur Sari yang memperkaya dengan instrumen elektrik, juga mampu menyajikannya secara laras.
Simak ini liriknya: Dolan menyang solo meh wae aku moh mulih/ Warna warna endah ing budhaya/ Suasana pranyata datan mboseni/ Yen wengi tan bedha kaya ing wanci rino/ Akeh eden eden kesenian nengsemake/ Tansah nglam lami kutho Surakarta.
Sambang lan sarawung solah bowo muna muni/ Wiwit kuno tuking basa jawa/ Trus lumadi unggah ungguh den tetepi/ Sanadyan alame bedha lan dhek semana/ Pambangunan nyata wis bisa di rasakake
Tansah nglamlami kutha Surakarta.
Sedangkan materi gending pilihan tediri atas Lancaran Solo Berseri karya dalang kondang Ki Anom Suroto dan Gending Lancaran Solo Ngumandang laras Pelog Pathet Enem karya Puji Lebdo Carito SSn dari Dinas Kebudayaan Kota Surakarta.
Dua Hari
Festival Budaya Kecamatan Banjarsari Surakarta Tahun 2025, digelar selama dua hari. Yakni Tanggal 16 sampai dengan 17 Mei 2025. Ini menjadi ajang kompetisi seni karawitan antarkelurahan se Kecamatan Banjarsari, Surakarta.
Dalam festival ini, juga dilombakan kicau mania atau lomba burung berkicau, lomba kesenian hadroh dan lomba guyon maton (kesenian lawak berbahasa Jawa). Festival yang menarik masyarakat ini, dibuka dengan tanda pemukulan gong. Dimeriahkan stand pameran aneka produk unggulan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan hiburan Sayankustik.
Dewan juri menetapkan, para juara lomba seni karawitan sebagai berikut: Juara I dimenangi oleh Group Karawitan Kelurahan Joglo dengan nilai sebanyak 972. Juara II Kelurahan Nusuk dengan nilai 967. Juara III Kelurahan Sumber dengan nilai 958.
Festival budaya ini digelar dalam rangka nguri-uri (melestarikan) budaya yang eksis di Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Warga menghendaki, dalam menyikapi kemajuan zaman yang berkembang modern, nilai budaya harus tetap eksis dan berkembang, tidak boleh mati digilas kemajuan zaman.
Toko budayawan Solo, Sutopo SKar, yang pensiunan Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Wonogiri, ikut tampil maju menjadi Ketua Kelompok Seni Karawitan Sekar Arum dari Kelurahan Sumber, Banjarsari, Surakarta. ”Mendapatkan gelar juara tiga,” jelas Sutopo yang juga seniman dalang wayang kulit dan mahir bermain ketoprak.(Bambang Pur)



















