Menjelang Iduladha 1445 H, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah meminta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan provinsi Jawa tengah memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang mengancam kesehatan ternak dan masyarakat.
Wakil Ketua DPRD Jateng, Mohammad Saleh, menegaskan pentingnya pemeriksaan kesehatan bagi hewan kurban yang dijual dimasyarakat, khususnya yang berasal dari luar daerah.
“PMK bukan hanya ancaman bagi hewan ternak di jawa tengah, tapi juga risiko bagi keamanan daging kurban yang nantinya dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.
Saleh meminta dinas dan instansi terkait meningkatkan inspeksi di sentra penjualan hewan kurban, pos perbatasan, dan lokasi pemotongan.
“Pastikan hewan bebas gejala PMK, seperti lepuh di mulut atau kuku, sebelum dijual ke masyarakat,” tegas politisi Partai Golkar ini.
Saleh mengingatkan risiko penularan PMK di lokasi penjualan hewan kurban. “
Jangan sampai hewan yang dikumpulkan justru saling menularkan penyakit. Ini harus dihindari!” pesannya.
Ia juga meminta pedagang menyediakan fasilitas kebersihan dan menjaga jarak antarhewan untuk meminimalkan kontaminasi.
Selain mengandalkan pengawasan dinas, Saleh mengajak masyarakat proaktif memantau kesehatan hewan kurban di sekitar mereka.
“Jika menemukan hewan bergejala PMK, segera laporkan. Yang paling penting jangan ragu untuk memeriksa kondisi hewan sebelum membeli,” imbaunya.
Saleh mengingatkan masyarakat untuk tidak tergoda harga murah yang mengabaikan kesehatan hewan. Wakil ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah ini berharap Idul Sdha 1445 H berjalan lancar tanpa kasus PMK. “Keselamatan bersama adalah prioritas utama,” pungkas Saleh.


















